Ambon.Sin.co.id – Pemerintah Kabupaten Kepulauan Tanimbar mempercepat pembangunan konektivitas antarpulau dengan mengusulkan pengembangan sejumlah pelabuhan dan infrastruktur transportasi kepada pemerintah pusat.
“Konektivitas pelabuhan dan pariwisata adalah dua sayap yang akan membawa Tanimbar terbang tinggi. Kita harus jemput bola ke pusat agar Bumi Duan Lolat tidak lagi terisolasi, tetapi menjadi destinasi unggulan di gerbang Indonesia Timur,” kata Wakil Bupati Kepulauan Tanimbar Juliana Ch. Ratuanak di Ambon, Kamis (25/6).
Juliana mengatakan usulan tersebut telah disampaikan dalam audiensi dengan Kementerian Perhubungan dan Kementerian Pariwisata di Jakarta pada 23-24 Juni 2026
Dalam pertemuan dengan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan, pemerintah kabupaten mengusulkan pengembangan Pelabuhan Saumlaki sebagai pintu gerbang utama aktivitas ekonomi daerah.
Selain itu, pemerintah daerah juga mengusulkan pembangunan pelabuhan baru di Desa Sofyanin, Kecamatan Fordata, pengembangan Pelabuhan Wunla di Kecamatan Wuarlabobar, serta penataan kawasan sekitar dua hektare yang dilengkapi akses jalan menuju Wuarlabobar.
Menurut Juliana, peningkatan infrastruktur transportasi laut diperlukan untuk memperlancar mobilitas masyarakat, distribusi barang, serta mendukung pengembangan sektor unggulan daerah, termasuk pariwisata.
Selanjutnya, kata dia, pemerintah kabupaten melakukan audiensi dengan Asisten Deputi Destinasi Wisata Kementerian Pariwisata untuk membahas pengembangan sektor pariwisata.
Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak membahas pengembangan wisata bahari, penguatan ekonomi kreatif, serta peningkatan daya saing destinasi melalui konsep 3A yang meliputi aksesibilitas, atraksi, dan amenitas.
Juliana mengatakan pengembangan wisata bahari akan difokuskan pada optimalisasi potensi pantai, pulau-pulau kecil, dan kekayaan bawah laut yang dimiliki Kepulauan Tanimbar.
Selain itu, ekonomi kreatif akan diperkuat melalui pengembangan produk unggulan daerah, seperti tenun ikat, kerajinan tangan, dan kuliner khas, agar memiliki nilai tambah dan menjangkau pasar yang lebih luas.
Ia menambahkan penguatan konsep 3A akan dilakukan melalui peningkatan konektivitas transportasi darat, laut, dan udara, penyelenggaraan agenda budaya secara berkelanjutan, serta penguatan fasilitas dan layanan pendukung pariwisata.
“Melalui dukungan pemerintah pusat, kami optimistis konektivitas dan pariwisata di Tanimbar dapat berkembang lebih cepat dan memberikan manfaat langsung bagi kesejahteraan masyarakat,” kata Juliana.








